Waktu buka puasa baru berlalu, saat satu ruas jalan di Desa Labuan, Donggala, dipenuhi warga, Jumat, 27 Februari 2026. Warga berkumpul demi menyapa rombongan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang melintas dengan berjalan kaki.
Di baris depan, Gubernur Sulteng, Anwar Hafid melangkah berdampingan dengan Ichal Kate—komika yang terkenal dengan konten humor di media sosial. Kamera setia bergerak mengikuti langkah mereka.
"Luar biasa ini, Kanda Dewan," sapa Anwar, merujuk karakter parodi Ichal di media sosial. Ichal balas melempar humor fiksi; mengaku telah mengamankan investasi dari Arab Saudi dan buru-buru pulang usai "diusir Raja Arab." Rombongan pun tertawa. Sehari kemudian, potongan momen itu dibagikan ke akun Instagram @anwarhafid14, bersambut ribuan tanda suka dan komentar.
Itu bukan kebetulan. Sejak Pilkada Sulteng 2024, Anwar telah menggandeng para influencer (pemengaruh di media sosial) demi memoles citra dan meraup pemilih. Belasan nama dengan jumlah pengikut mentereng—misal @nurrani_r (479 ribu), @luckytembang (147 ribu), dan @nabilanursakina (76 ribu)—tergabung dalam kelompok "Teman Berani"—akronim "Bersama Anwar-Renny" jenama politik pasangan itu sejak masa pilkada.
Semasa riuh pilkada, @ichalkate (148 ribu) bersama sekondannya sesama komika, @lookmantellashow (18 ribu)—melalui Kate Entertainment—bertindak sebagai agensi penghubung. Konon tiap pemengaruh beroleh honor puluhan juta rupiah untuk kerja bikin konten semasa kampanye itu.
Setelah kemenangan pilkada dikunci, "Teman Berani" tak lantas meninggalkan panggung. Sejumlah wajah yang dulu bekerja di masa kampanye tetap muncul di beranda media sosial, setia mengabarkan sepak terjang Anwar Hafid dan pelbagai program Pemprov Sulteng.
Pola komunikasi para pemengaruh ini akan lebih kentara pada momen spesial. Sebagai misal, konten syukuran setahun kepemimpinan Anwar Hafid di Masjid Baitul Khairaat dan acara buka puasa bersama di depan Kantor Gubernur yang nyaris serempak mereka bagikan di media sosial. Video @ichalkate dari salah satu momen tersebut melampaui 700 ribu tayangan, serta meraih 27 ribu tanda suka.
Selain pesan yang serupa, unggahan kerap ditandai tagar #sultengberani, #sultengnambaso, atau #sultengprov. Di kolom komentar, para pemengaruh ini saling menyapa, sekadar berbagi emosikon love, tanda api, dan tepuk tangan. Sekilas tampak natural, meski polanya berulang. Interaksi itu dimaksudkan untuk memaksimalkan kerja algoritme media sosial—meluaskan jangkauan.
Di akun pribadi Anwar, iramanya pun sama teratur. Sepuluh video reels terakhirnya rerata ditonton 88 ribu kali. Seakan paham bahwa pengguna media sosial lekas bosan dengan perkara resmi nan formal, akun @anwarhafid14 rajin menyelipkan sisi personal. Mulai dari lari pagi, mandi laut, pamer rusa, hingga memberikan buket bunga kepada istrinya, Sry Nirwanti Bahasoan.
Berbekal kelengkapan infrastruktur komunikasi, Anwar kini menjadi politisi paling beken di jagat media sosial Sulteng. Politikus Partai Demokrat itu punya 123 ribu pengikut di Instagram. Ia resmi menyalip Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid pada Oktober 2025. Padahal, sejak menjabat wali kota Palu pada 2021, Hadi memimpin klasemen politisi populer Sulteng di Instagram. Namun, dengan pertumbuhan pengikut yang masif sejak pilkada, Anwar bisa menyalip. Bahkan, statistik pengikut Anwar menjulang lebih tinggi di TikTok (180 ribu) dan Facebook (344 ribu).
Dengan intensitas dan kualitas konten mumpuni, plus jejaring pemengaruh nan luas, rangkaian kerja komunikasi Anwar di ruang digital seolah bersumber dari satu dapur pencitraan yang sama; tempat strategi, produksi, dan distribusi pesan disiapkan.
View this post on Instagram
***
Guna membedah mesin citra Anwar Hafid, Lengaru.Id berbincang dengan sejumlah sumber di lingkaran Anwar—termasuk para influencer.
Beberapa sumber di lingkaran mantan bupati Morowali dua periode itu menyebut ada belasan pekerja profesional (non-ASN) yang menjakankan mesin konten. Salah seorang penutur membeberkan rinciannya: Sepuluh orang pekerja visual (fotografer dan videografer), serta dua orang desainer grafis. Para pekerja visual lantas dibagi: Tujuh orang melekat pada Anwar (@anwarhafid14); tiga lainnya mendampingi Wakil Gubernur, Reny Lamadjido (@renylamadjido, 34 ribu).
Dewa—bukan nama sebenarnya—menyebut bahwa tim konten ini juga menyediakan materi bagi @sulteng.prov (34 ribu). Nuansa visual akun-akun itu pun tersebut terasa senada. Akun resmi milik Pemprov Sulteng itu juga terpantau kerap berkolaborasi dengan para pemengaruh.
"Personel bergerak sesuai agenda. Bangun pagi jadi keharusan kalau tidak mau ketinggalan jadwal," katanya, Jumat (2/4/2026). Para pekerja ini berkontrak dengan pihak agensi. Tiap anggota mendapat dua hari libur per pekan. Ihwal honor, sumber kami mengaku tak tahu persis honor masing-masing pekerja. Namun, ia menyatakan beberapa di antara mereka bisa bawa pulang Rp3,5 juta per bulan.
Rumah Jabatan Gubernur jadi basecamp bagi tim konten. Berfungsi sebagai titik kumpul sekaligus tempat penyimpanan peralatan. Proses editing berlangsung fleksibel—dari mana saja—dengan dukungan perangkat muktahir, seperti kamera Sony A7 IV, Macbook, dan beberapa iPhone seri terbaru. Mobil operasional pun tersedia.
Di sisi lain, Ichal Kate—yang saat kampanye pilkada jadi penghubung bagi para pemengaruh—mengaku tak lagi memegang peran kunci. Perihal konten dan kehadirannya di sejumlah agenda Anwar, Ichal enggan berkomentar. Ia mengaku sekadar "memenuhi undangan."
Pengakuan beda datang dari influencer lain yang meminta identitasnya dirahasiakan. "Tugas kami sebenarnya memastikan program pemerintah sampai dan diterima warga. Bukan mem-branding gubernur. Tapi otomatis terbawa juga tentang sosok Abah," ujarnya.
Ia sebut ada sekitar 20 pemengaruh yang terikat kontrak—setahun, hingga April 2026—di bawah naungan PT Sentral Karya Kreatif (SKK). "Setiap bulan kami ditargetkan memproduksi empat konten, dengan honor Rp5 juta," ujarnya, Jumat (2/4/2026). Nominal honor, menurutnya, masih di bawah standar kerja sama komersial.
Sudah begitu, keluhnya, ada semacam "kewajiban tak tertulis" untuk mempublikasikan aktivitas dan memoles citra Fathur Razaq, putra Anwar yang kini pegang posisi ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng. “Tidak wajib. Tapi ada perasaan tidak enak, kalau jarang gabung (dengan Fathur),” katanya.
PT SKK memainkan peran sebagai agensi; termasuk memberi brifing berdasarkan isu strategis Pemprov. Gaya penyampaian diserahkan ke pemengaruh, sepanjang pesan kunci tersampaikan. Sebelum tayang, seluruh konten harus di-review agensi. "Jangan sampai konten berisi narasi yang jelek," kata sumber tersebut.
Ia pun menyebut satu nama yang berperan penting: Cesar. Nama ini juga muncul dari sumber lain di lingkaran Gubernur Anwar. Selain memberi arahan, Cesar berperan mengkurasi konten sebelum dipublikasikan. Itu menjadikannya salah satu arsitek utama pencitraan digital Anwar.
Penelusuran atas nama tersebut berujung pada Rachmat Caisaria, komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulteng. Ia bukan orang baru dalam orbit Anwar. Cesar sudah jadi tenaga ahli yang mendampingi Anwar sebagai anggota DPR-RI periode 2019-2024.
Sejumlah sumber lain menyebut Cesar sebagai "orangnya Fathur." Ia pun tercatat sebagai kepala bidang media dan kreatif di KONI Sulteng yang dinakhodai Sang Putra Mahkota. Situs pribadi Cesar mencantumkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Gadjah Mada (HIPMI PT UGM) pada daftar klien. Adapun Fathur ialah ketua HIPMI PT UGM (2017-2019).
Nama Rachmat Caisaria tercatat dalam akta PT SKK (diakses pada 6 April 2026), sebagai pemegang saham 30 persen. Bahkan, nomor ponselnya tercantum sebagai kontak resmi perusahaan penyedia jasa kreatif dan komunikasi tersebut.
Penyandang gelar magister komunikasi itu juga terlihat paham betul seluk-beluk komunikasi politik Anwar. Hal terlihat dalam risetnya tentang personal branding Anwar menuju Pilkada Sulteng 2024, yang dimuat Jurnal Pustaka Komunikasi (Universitas Moestopo Beragama, September 2023).
Saat dikonfirmasi soal aktivitasnya tersebut, Cesar berulang kali mengabaikan pesan kami, meski pada akhirnya mengirim bantahan. "Bukan saya. Mas-nya dapat info yang tidak valid," tulisnya lewat aplikasi berbagi pesan, Minggu (5/4/2026).
View this post on Instagram
***
Lengaru.Id melacak status PT SKK, dan menelusuri sumber pendanaan di balik kerja komunikasi terorganisir itu.
Konfirmasi datang dari Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Sulteng yang membenarkan status PT SKK sebagai rekanan mereka (pihak ketiga). Di atas kertas, tugasnya mengelola media sosial Pemprov Sulteng. Selain itu, tersebutlah nama PT Media Jendela Sulawesi yang menangani publikasi dan promosi melalui influencer.
Salinan akta PT Media Jendela Sulawesi (diakses 8 April 2026) mencatat nama Zamrud sebagai direktur, dan Resti Ananda Putri sebagai komisaris. Perusahaan ini bergerak di bidang usaha "portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial."
Resti, sebagaimana pengakuan sumber di lingkaran Anwar, merupakan sosok yang kerap kasih brifing kepada tim konten dan pemengaruh. Namanya tercatat dalam susunan redaksi Harian Mercusuar. Dalam sejumlah video, sosok Resti tampak berada di barisan depan saat Anwar melayani door-stop dari para wartawan.
Konon keterlibatan pihak ketiga tak terhindarkan karena keterbatasan personel di internal Pemprov Sulteng. "Personel kami untuk urusan publikasi dan rilis hanya empat orang. Itu pun tenaga kontrak (PPPK)," kata Sekretaris Diskominfosantik Sulteng, Wahyu Agus Pratama, Selasa (31/3/2026).
Meski begitu, Wahyu bilang bahwa pihaknya tetap memegang kendali substansi. Materi dari tim konten maupun pemengaruh bisa direvisi sebelum dipublikasikan. Diskominfosantik Sulteng juga berperan sebagai pintu tunggal dan fasilitator bila ada organisasi perangkat daerah yang ingin memanfaatkan jasa pemengaruh.
Namun para pejabat yang ditemui Lengaru.Id tidak membeberkan nilai kontrak dengan pihak ketiga. Kami lantas menelusuri situs SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan). Data menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat 88 rencana pengadaan kategori penyedia untuk Diskominfosantik Sulteng.
Sejumlah item berkaitan langsung dengan publikasi. Mulai dari jasa media online senilai Rp600 juta, hingga jasa iklan, reklame, film, dan pemotretan Rp90 juta dan Rp2,1 miliar. Selain itu, terdapat 57 paket swakelola (bersifat rahasia) dalam periode yang sama.
Adapun data monitoring nasional menunjukkan realisasi pengadaan Diskominfosantik Sulteng 2025 mencapai Rp15,2 miliar—sekitar 69,72 persen dari rencana, dengan sekira 97 persen berasal dari paket penyedia melalui e-purchasing.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfosantik, Fikri Latjuba memastikan bahwa proses kerjasama dengan pihak ketiga ini masih akan berlangsung pada 2026. "Masa kontrak mereka setahun. Tahun ini masih berlanjut. Entah bagaimana nanti di tahun depan," katanya.
—Muammar Fikrie berkontribusi dalam proses penulisan dan penyuntingan artikel ini.
